Terdiam

3 05 2007

Sendiri, saat terdiam, tapi sebenarnya tidak … karena hati kita menemani. Saat diam membuat kita melakukan pembicaraan dengan diri kita sendiri. Bertanya … lalu dijawab … bertanya lagi … dijawab lagi … dan seterusnya. Nurani kita membawa kita melihat kembali apa yang telah kita lihat, apa yang telah kita rasa, apa yang telah kita jaga, apa yang telah kita perjuangkan, dan apa yang hilang dari kita. Melihatnya membuat kita tersenyum, menangis, dan tertawa.

Penglihatan ini mengajak kita kepada terangnya warna kehidupan. Menatap gelapnya tanah saat kita tiada, namun dengan senyuman. Membuat kita bisa bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Nya.

Tak selamanya kita berada di tempat yang teduh, tak selamanya langit cerah, tak selamanya senyuman menghiasi wajah, tak selamanya cantik nya jiwa menghiasi. Akan tetapi, Warna – warna yang kembali dari diamnya akan membawa ke tempat yang tinggi dan jauh lebih tinggi lagi. Membawa orang – orang di sekitar kita. Bergandengan tangan. tersenyum manis.

Bersama, menuju satu jalan menuju pada Nya.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: